cara membuat hidroponik vertikal

Cara Membuat Hidroponik Vertikal Menggunakan Paralon

Mungkin banyak orang sudah mengetahui teknik bercocok tanam hidroponik. Teknik ini memang dinilai lebih praktis terutama jika seseorang tidak memiliki cukup banyak lahan untuk menanam. Salah satu jenis hidroponik yang sering dipakai adalah jenis vertikal. Pada kali ini akan dijelaskan tentang cara membuat hidroponik vertikal menggunakan paralon, yakni sebuah bahan mudah ditemukan di sekitar.

cara membuat hidroponik vertikal

Hidroponik vertikal memang didesain khusus untuk yang gemar bercocok tanam namun memiliki lahan sempit. Karena disusun secara vertikal, artinya teknik ini tidak membutuhkan lahan luas. Bahan dan alatnya pun juga tergolong sederhana. Anda dapat mendapatkan paralon di toko bangunan terdekat dengan harga sangat terjangkau. Meski begitu, pastikan paralon tersebut berkualitas agar bisa bertahan lama.

Cara Membuat Hidroponik Vertikal Menggunakan Paralon

  1. Mempersiapkan alat dan bahan

Sebelum mulai membuat, pastikan Anda telah mempersiapkan alat dan bahan terlebih dahulu. Namun, jangan khawatir karena bahan tersebut bisa didapatkan dengan mudah. Semuanya bisa didapatkan di toko bangunan maupun toko tanaman terdekat. Lalu, apa saja alat serta bahan tersebut?

Mempersiapkan alat dan bahan

  • Paralon 3 inci
  • Penyambung paralon
  • Gergaji potong
  • Penutup paralon
  • Bor listrik
  • Wadah media tanam (plastik atau botol bekas)
  • Pompa akuarium
  • Solder
  • Selang
  • Media tanam
  • Benih tanaman
  1. Membuat rancangan rangkaian

Selanjutnya, buat rancangan agar memudahkan dalam melakukan langkah berikutnya. Sebenarnya ada banyak sekali ide rancangan hidroponik vertikal yang dapat ditemui di berbagai sumber. Akan tetapi, salah satu cara cukup populer adalah memakai paralon 20 lubang. Jarak antar lubang kemudian diatur pada jarak tertentu menggunakan bor. Setelah rancangan selesai, maka alat sudah bisa digunakan menanam tanaman.

  1. Membuat lubang pada paralon

Apabila sudah merasa yakin dengan rancangan yang telah dibuat, maka selanjutnya adalah tinggal eksekusi saja, yakni membuat lubang. Gunakan mesin bor agar hasil lubangnya lebih rapi dan tidak pecah. Setidaknya berikan jarak antar lubang sekitar 20 cm. Dengan demikian, ketika tanaman tumbuh besar tidak akan saling menabrak tanaman lainnya. Jika sudah terlubangi semua, tutup sisi lain paralon menggunakan penutup.

  1. Membuat rangka

Untuk langkah lebih lanjut, buatlah rangka dengan cara menyambungkan antara satu pipa dengan pipa lainnya secara vertikal atau kombinasi horizontal. Kebanyakan jenis rangka yang digunakan adalah bentuk tangga atau huruf A. Anda bisa memilih di antara dua pilihan tersebut.

TRENDING :   Praktis! Cara Menanam Cabe Hidroponik Sederhana dengan Polybag

Siapkan rangka, bias berupa baja ringan, kayu, atau besi. Kemudian lubangi pipa 3 inci sebagai tempat net pot. Pasang pipa kecil di ujung sebagai saluran pembuangan ke tendon. Pastikan pipa sudah diatur ketinggiannya supaya air bisa menyentuh bagian bawah netpot. Kemudian, gunakan pipa setengah inci serta tambahkan selang sebagai instalasi nutrisi air.

  1. Memasang netpot

Memasang netpot

Netpot merupakan tempat di mana tanaman akan ditanam. Alat ini bisa dibeli di toko tanaman atau bisa membuat sendiri menggunakan gelas air mineral yang dilubangi. Pastikan netpot bisa terpasang pada lubang pipa. Fungsi dari lubang ini adalah sebagai tempat pemberian nutrisi dalam bentuk cairan. Jadi, sebaiknya pilih netpot berkualitas, terlebih jika ingin rangkaian ini bisa bertahan lama.

  1. Pemindahan bibit

Pemindahan bibit

Langkah terakhir adalah pemindahan bibit. Sebelum dipindahkan ke media hidroponik, benih harus disemai terlebih dahulu selama beberapa hari hingga muncul minimal 4 daun sejat. Setelah itu, pindahkan secara hati-hati ke media hidroponik. Pastikan akar tanaman bisa menjuntai ke bawah secara bebas supaya dapat menyerap air secara maksimal.

Demikian pembahasan mengenai cara membuat hidroponik vertikal menggunakan paralon. Jadi, bisa dibilang caranya memang cukup sederhana dan dapat dilakukan bahkan oleh pemula sekalipun. Anda dapat langsung mencobanya untuk menanam berbagai tanaman seperti cabai, tomat, selada, kangkung, atau sebagainya. Namun, pastikan juga agar terus merawatnya agar bisa mendapatkan hasil panen secara maksimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.