cara membuat hidroponik sistem dbs

Cara Membuat Hidroponik Sistem DBS Sederhana untuk Pemula

Bagi para penggemar hidroponik pasti sudah tahu bahwa terdapat berbagai macam metode dapat digunakan. Pada kali ini akan dijelaskan mengenai cara membuat hidroponik sistem DBS atau Dutch Bucket System. Metode tersebut memang sedang naik daun karena dinilai memiliki berbagai kelebihan. Lalu, apa saja kelebihannya serta bagaimana cara membuatnya? Silakan simak penjelasan lengkap pada artikel ini.

Penerapan hidroponik sebenarnya sudah dilakukan cukup lama. Akan tetapi, baru-baru ini memang tren tersebut sedang naik. Apalagi di saat kondisi pandemi mengharuskan semua orang lebih banyak berada di rumah. Sebagai kegiatan mengisi kekosongan, banyak yang memilih bercocok tanam. Dibandingkan menanam secara konvensional, metode ini dinilai lebih praktis karena tidak membutuhkan lahan luas serta media tanah.

Pengertian Hidroponik Sistem DBS

cara membuat hidroponik sistem dbs

Sebelum membahas mengenai langkah-langkah, alangkah lebih baik jika memahami terlebih dahulu mengenai apa itu sistem DBS atau Dutch Bucket System. DBS merupakan teknik menanam hidroponik yang menekankan pada efisiensi penggunaan air. Dengan demikian, nutrisi dapat dialirkan ke media tanam secara terus menerus. Pada prinsipnya, DBS hampir mirip seperti NFT namun instalasinya saja berbeda.

Kelebihan Menggunakan Sistem DBS

cara membuat hidroponik sistem dbs

  1. Fleksibel

Sistem DBS memang terkenal cukup fleksibel sehingga lebih sering dipilih oleh banyak orang. Maksud dari fleksibel di sini adalah dapat digunakan pada skala budidaya maupun skala kecil atau sekadar hobi saja. Jadi, Anda bisa menyesuaikan terkait kedua pilihan skala tersebut.

  1. Sederhana

Selain fleksibel, alat pembuatan DBS juga sangat sederhana. Tak hanya itu, bahan-bahan yang digunakan relatif murah serta mudah ditemui di berbagai toko bangunan. Bahkan, jika Anda memiliki sedikit kreativitas, barang-barang bekas pun dapat dimanfaatkan untuk pembuatan.

  1. Tanaman lebih produktif

Karena sirkulasi nutrisi yang berjalan terus-menerus, hal ini akan membuat tanaman lebih subur dan produktif. Oleh karena itu, metode ini sangat cocok jika Anda ingin mendapatkan hasil panen lebih maksimal, terlebih jika ingin menjadikan stok sayuran gratis di kebun sendiri.

TRENDING :   Jenis Tanaman Sayuran yang Biasa Ditanam Secara Hidroponik

Cara Membuat Hidroponik Sistem DBS

  1. Menyiapkan alat dan bahan

 

cara membuat hidroponik sistem dbs

Sebelum melakukan cara membuat hidroponik sistem DBS, siapkan terlebih dahulu alat dan bahannya. Jangan khawatir karena seluruh bahan ini dapat ditemui dengan mudah di toko-toko terdekat. Berikut adalah bahan yang harus dipersiapkan.

  • Ember bekas
  • Selang irigasi 5×20 mm
  • Pipa PVC 2×40 mm
  • Pipa irigasi tetes 5 meter
  • Irrigation drip tube nipples 7 buah
  • Kenie 15×20 mm
  • Sambungan pipa PVC 1×40 mm
  • Penutup pipa PVC 1×40 mm
  • Kenie PVC 1×40 mm
  • Mounting bolts 2×40 mm
  • Hook screw 6×30 mm
  • Pompa khusus aquarium
  • Media tanam
  • Reservoir
  • Kasa 1 meter
  1. Cara melakukan pembuatan

Setelah menyiapkan alat dan bahan di atas, silakan ikuti langkah-langkah berikut ini. Pastikan tidak ada satu langkah pun yang terlewat.

  • Sediakan bangku tempat dudukan ember
  • Siapkan 2 ember untuk satu tanaman (diletakkan di bagian atas dan bawah)
  • Lubangi ember 20 mm dari dasar (besar lubang disesuaikan ukuran pipa pembuangan)
  • Lubangi dasar ember atas
  • Siapkan drip tube, selang pembuangan, pipa irigasi, dan perlengkapan lain
  • Lubangi selang pembuangan
  • Lubangi pipa irigasi sebesar nipples
  • Sambungkan pipa pembuangan dengan ember menggunakan elbow
  • Pasang pompa air pada ember berisi nutrisi
  • Pastikan buangan ember kembali ke bak nutrisi
  • Apabila sistem sudah bekerja normal, masukkan media tanam
  • Tanam benih sesuai selera
  • Lakukan perawatan secara rutin

Demikian pembahasan tentang cara membuat hidroponik sistem DBS atau Dutch Bucket System. Jika benar-benar memahami langkah demi langkah, sebenarnya metode ini cukup mudah dilakukan. Setelah berhasil melakukan pemasangan, maka selanjutnya Anda bisa menanam berbagai macam jenis sayuran seperti selada, tomat, cabai, kangkung, paprika, dan lain sebagainya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.